...
*sebenarnya...nak bg tahu...moral of the story: garam itu mahal nilainya...
walau hnya guna secubit'....tanpanya...masakan jadi tidak enak..., tanpanya yg cantik jadi kureng... hehehhehe
n3 mendatang kita kira harga garam...

*sayang dia...mcm tak der yg sayang...biar kita yg sayang-meow
*g ladang unta...knapa dapat air kotak tak rasa susu...susu unta :0
*sayang gak kat dia...kambing spesis 'kambing gurun' kut? yg pasti bukan Damara@
Boer
TQ HJ' Saiful...dengan izin' copy ini pic...
ada cerita lucu: CN 2007....
Balik dr melawat ladang ternak unta...ada makcik tu kata ...kenapa air kotak rasa lain...,
maksudnya...tak rasa susu pun...macaman nak rasa susu ....
memanglar tak rasa susu...sbb...air tu air nenas...[air kotak]
:)...
rindu kat makcik tuh...pkabar dia

demikianlah sewaktu diketahuinya bala tentera Islam sedang mara ke Konstantinopel, segeralah dia menunggang kudanya sambil membawa pedangnya, terus maju mencari syahid yang sudah lama didambakan dan dirindukannya...
di dalam pertempuran ini dia cedera parah,dan sewaktu panglima perang[Yazid bin Mu'awiyah] menjenguknya...nafasnya sedang berlumba dengan keinginannya menemui Allah...lalu ditanyakan:"apakah keingananmu wahai Abu Ayyuub..."
adakah diantara kita yg dapat membayangkan atau mengkhayalkan apa yang diinginkan oleh Abu Ayyub itu...
keinginanannya...sewaktu nyawa yang hampir berpisah dengan jasad itu sukar atau hampir tiada kuasa manusia membayangkan atau mengkhayalkannya...
sungguh!....dia telah meminta kepada Yazid, setelah dia meninggal hendaklah jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh-jauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan....kemudian hendklah Yazid berangkat denagn balatenteranya sepanjang jalan itu...hingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda tentera Muslimin di atas kuburnya...dan diketahuinyalah bahawa mereka telah berhasil memperoleh kemenangan dan keuntungan yang mereka cari...
Ini bukan khayalan malah disaksikan dunia kenyataannya....dan wasiat Abu Ayyub telah dilaksanakan oleh yazid....di kota Konstantinopel yang sekarang dikenali dengan Istanbul bersemadi abadi pahlawan gagah tiada taranya ini....
...
sekalipun perang dan pertempuran sarat memenuhi kehidupannya...hingga tak pernah membiarkan pedangnya terletak beristirihat, namun corak kehidupannya adalah tenang setenangnya...laksana desir bayu di kala fajar...
Ia telah menghabiskan hidupnya dalam kerinduan ahli ibadah, dan ketahanan org yg hndak berpisah...maka sewaktu ajal datang, tiada keinganannya selain cita-cita yang melambangkan kepahlawanannya: " bawalah jasadku jauh-jauh...jauh masuk ke tanah Romawi, kemudian kuburkan aku di sana..."
Nabi menjawab tawaran mereka sambil tersenyum syukur , ujarnya:

"lapangkanlah jalannya....karena ia diperintah...."
Baginda telah menyerahkan memilih tempat tinggalnya kepada qadar Illahi. karana tempat itu kelak kemasyhuran dan kebesarannya...di atas tanahnya akan muncul suatu masjid yang akan memancarkan kalimat2 Allah dan nur-Nya ke saentero dunia....di sampingnya berdiri satu atau beberapa bilik dari tanah dan batu kasar...., tidak terdapat di sana harta kemewahan dunia selain barang2 bersahaja dan seadanya....
dibiarkan sahaja tali kekang unta itu tidak juga diarahkan ke arah mana... sementara baginda menyerahkan diri padaNya dan dihadapkan hatinya pada Allah...baginda berdoa..."Ya Allah, tunjukkan tempat tinggalku, pilihkanlah untukku..."
Di hadapan rumah Bani Malik bin Najjar, unta baginda berhenti, bersimpuh dan bangkit berkeliling, kembali ke tempat ia bersimpuh tadi lalu bersimpuh lagi...dan tetap di situ tidak berganjak lagi dari tempatnya...Maka trurunlah Rasulullah s.a.w dari atasnya dengan penuh harapan dan kegembiraan...
Salah seorang Muslimin tampil...dengan wajah berseri2, kerana sukacitanya... ia menyambut tetamunya...membawa barang barang muatan dan memasukkan ke rumahnya...seraya mempersilakan Rasul masuk....Rasulullah mengikutinya dengan diliputi oleh hikmah dan berkat...
siapakah dia...orang yang berbahgia ini, yang telah terpilih sehingga Rasul telah menjadi tetamunya...dan semua penduduk Madinah merasa iri atasnya...
...
Itulah dia...pahlawan Abu Ayyub alAnsyari Khalid bin Zaid cucu Malik bin Najjar...
bersambung
*aku berkisah..ala2 ustaz Din anak che Pa...sesi cerita sebelum tidur...utk Jaja...
....




kredit utk Zaid: mmberi idea n3 ini


