
demikianlah sewaktu diketahuinya bala tentera Islam sedang mara ke Konstantinopel, segeralah dia menunggang kudanya sambil membawa pedangnya, terus maju mencari syahid yang sudah lama didambakan dan dirindukannya...
di dalam pertempuran ini dia cedera parah,dan sewaktu panglima perang[Yazid bin Mu'awiyah] menjenguknya...nafasnya sedang berlumba dengan keinginannya menemui Allah...lalu ditanyakan:"apakah keingananmu wahai Abu Ayyuub..."
adakah diantara kita yg dapat membayangkan atau mengkhayalkan apa yang diinginkan oleh Abu Ayyub itu...
keinginanannya...sewaktu nyawa yang hampir berpisah dengan jasad itu sukar atau hampir tiada kuasa manusia membayangkan atau mengkhayalkannya...
sungguh!....dia telah meminta kepada Yazid, setelah dia meninggal hendaklah jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh-jauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan....kemudian hendklah Yazid berangkat denagn balatenteranya sepanjang jalan itu...hingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda tentera Muslimin di atas kuburnya...dan diketahuinyalah bahawa mereka telah berhasil memperoleh kemenangan dan keuntungan yang mereka cari...
Ini bukan khayalan malah disaksikan dunia kenyataannya....dan wasiat Abu Ayyub telah dilaksanakan oleh yazid....di kota Konstantinopel yang sekarang dikenali dengan Istanbul bersemadi abadi pahlawan gagah tiada taranya ini....
...
sekalipun perang dan pertempuran sarat memenuhi kehidupannya...hingga tak pernah membiarkan pedangnya terletak beristirihat, namun corak kehidupannya adalah tenang setenangnya...laksana desir bayu di kala fajar...
Ia telah menghabiskan hidupnya dalam kerinduan ahli ibadah, dan ketahanan org yg hndak berpisah...maka sewaktu ajal datang, tiada keinganannya selain cita-cita yang melambangkan kepahlawanannya: " bawalah jasadku jauh-jauh...jauh masuk ke tanah Romawi, kemudian kuburkan aku di sana..."
...
mendatang: kisah sahabat yg lain...
No comments:
Post a Comment