Tuesday, January 12, 2010

Abu Ayyub: abadi di 'Taman Impian'


sewaktu terjadi pertikaian antara Ali dan Mu'awiyah , Abu Ayyub menyebelahi Ali tanpa ragu2...ini kerana Ali adalah Imam yang di Bai'at oleh kaum Muslimin....dan tetekala Ali syahid dibunuh dan khalifah berpindah kepada Mu'awiyah dia menyendiri dalam kezuhudan, bertawakkal lagi bertakwa. Tak ada yang diharapkannya dari dunia ini hanyalah tersediannya satu waktu dan kesempatan untuknya berjuang dalam barisan para pejuang...

demikianlah sewaktu diketahuinya bala tentera Islam sedang mara ke Konstantinopel, segeralah dia menunggang kudanya sambil membawa pedangnya, terus maju mencari syahid yang sudah lama didambakan dan dirindukannya...

di dalam pertempuran ini dia cedera parah,dan sewaktu panglima perang[Yazid bin Mu'awiyah] menjenguknya...nafasnya sedang berlumba dengan keinginannya menemui Allah...lalu ditanyakan:"apakah keingananmu wahai Abu Ayyuub..."

adakah diantara kita yg dapat membayangkan atau mengkhayalkan apa yang diinginkan oleh Abu Ayyub itu...

keinginanannya...sewaktu nyawa yang hampir berpisah dengan jasad itu sukar atau hampir tiada kuasa manusia membayangkan atau mengkhayalkannya...

sungguh!....dia telah meminta kepada Yazid, setelah dia meninggal hendaklah jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh-jauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan....kemudian hendklah Yazid berangkat denagn balatenteranya sepanjang jalan itu...hingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda tentera Muslimin di atas kuburnya...dan diketahuinyalah bahawa mereka telah berhasil memperoleh kemenangan dan keuntungan yang mereka cari...

Ini bukan khayalan malah disaksikan dunia kenyataannya....dan wasiat Abu Ayyub telah dilaksanakan oleh yazid....di kota Konstantinopel yang sekarang dikenali dengan Istanbul bersemadi abadi pahlawan gagah tiada taranya ini....

...

sekalipun perang dan pertempuran sarat memenuhi kehidupannya...hingga tak pernah membiarkan pedangnya terletak beristirihat, namun corak kehidupannya adalah tenang setenangnya...laksana desir bayu di kala fajar...

Ia telah menghabiskan hidupnya dalam kerinduan ahli ibadah, dan ketahanan org yg hndak berpisah...maka sewaktu ajal datang, tiada keinganannya selain cita-cita yang melambangkan kepahlawanannya: " bawalah jasadku jauh-jauh...jauh masuk ke tanah Romawi, kemudian kuburkan aku di sana..."

dia yakin sepenuhnya akan kemenangan dan dengan mata hatinya dilihatnya bahawa wilayah ini telah termasuk dalam 'taman impian Islam'...dalam lingkungan cahaya dan sinarnya...
kerana itu dia menginginkan di situlah tempat istirihatnya yang terakhir....
...
sekarang dia masih abadi di sana....tetapi tidak lagi mendengar gemerincing pedang, atau derap telapak kaki kuda...masa telah berlalu...dan kapal telah berlabuh di tempat yang dituju....telah sekian lama...

malahan setiap hari....dari pagi hingga petang....didengarnya suara azan...yang berkumandang dari menara-menara yang menjulang di angkasa....

dan dengan rasa bangga[dari mahligai kejayaaannya]...dia menyahut:-

"inilah apa yang telah dijanjikan Allah dan Rasulnya...Dan benarlah Allah dan RasulNya...."

...
mendatang: kisah sahabat yg lain...

No comments:

Post a Comment